Scroll to top
©2019 Kertajaya Point - Life. Work. Socialize.
Share

3 Aspek Apartemen Masa Kini yang Diciptakan Oleh Generasi Millenial

Sekarang, generasi Millenial merupakan partisipan paling aktif di pasar properti. Mereka pun mulai merubah wujud pasar properti masa kini, sesuai dengan minat mereka untuk mendapatkan fasilitas berlayanan penuh dan padat teknologi.

Generasi orang tua mereka terus mencari hunian yang dilengkapi garasi dan kolam renang di pinggiran kota. Namun, generasi Millenial justru lebih mencari hunian berbasis internet dan multifungsi. Di daerah perkotaan, generasi Millenial juga nampak sangat antusias menanggapi ide berbagi hunian (co-living spaces) dan bangunan dengan ruang publik serbaguna, mulai dari lounge hingga ruang co-working.

  • Hunian Berbasis Internet

Meski banyak generasi tua menolak gagasan mengenai perangkat rumah pintar, generasi Millenial malah bersemangat merespons konsep hunian berbasis internet. Bahkan, generasi Millenial mau mencoba apa saja yang bisa dibuat dengan teknologi tinggi, termasuk toilet pintar.

Millenial mana yang tak menginginkan sebuah toilet yang bisa dipersonalisasi untuk menampilkan pencahayaan warna-warni, sinkronisasi musik via Bluetooth, dan dudukan yang bisa dihangatkan sesuai dengan pilihan temperatur tertentu? Menurut WIRED, dalam waktu dekat ini, toilet pintar juga akan bisa melakukan lebih banyak hal lagi. Misalnya memberitahu kapan seseorang hamil atau kemungkinan terserang penyakit.

Selaras dengan tingginya gairah Millenial menanggapi konsep hunian berbasis internet, mereka juga mengubah lansekap keamanan bagi hunian. Sekarang, Anda mungkin bisa membuka pintu apartemen meski sedang berada di belahan dunia berbeda. Namun, fitur seperti ini juga menciptakan celah baru bagi penyusup. Produk seperti sistem pencahayaan pintar (dan bahkan toilet pintar) rentan terhadap peretasan. Karenanya, industri keamanan siber bagi hunian ikut berkembang pesat.

  • Ruang untuk Kerja Jarak Jauh dan Sewa Jangka Pendek

Seiring dengan makin berkembangnya kerja jarak jauh (remote work), semakin banyak generasi Millenial mencari hunian yang dilengkapi dengan kantor. Namun, kantor bukanlah satu-satunya tempat yang ingin didatangi oleh generasi Millenial saat mereka berpikir tentang pekerjaan dan penghasilan.

Berkat platform seperti Airbnb, banyak generasi Millenial yang menyewakan apartemen mereka sendiri atau justru menyewa apartemen orang lain. Jadi, ketika generasi ini mencari tempat tinggal, banyak diantaranya memilih apartemen yang mengijinkan kamar untuk disewakan, atau apartemen terpisah yang cocok untuk disewakan dalam jangka pendek.

  • Peningkatan Kelengkapan Layanan Apartemen

Selama bertahun-tahun, generasi yang lebih tua telah menyuruh Millenial agar berhenti minta dilayani dan bersikap lebih dewasa. Meski stereotipe ini boleh jadi tidak benar, tetapi apabila kita menilik tren hunian sekarang, maka nampak bahwa generasi Millenial menyukai hunian yang dilengkapi beragam layanan untuk kehidupan sehari-hari.

Selama satu dekade terakhir, generasi Millenial di kota New York telah merangkul dua tren hunian yang sangat berfokus pada pelayanan. Pertama, ribuan generasi Millenial pindah ke co-living spaces di mana mereka bisa jadi hanya mendapatkan satu kamar tidur, tetapi biaya sewa sudah mencakup layanan seperti cleaning service mingguan, WiFi, dan bahkan layanan binatu. Kedua, ribuan Millenial lainnya memilih untuk pindah ke apartemen mereka sendiri, tetapi masih dilengkapi dengan berbagai layanan serupa.

Minat generasi Millenial Indonesia tak jauh berbeda. Bahkan saat dihadapkan pada opsi hunian di lokasi strategis, seperti apartemen Surabaya Timur atau apartemen Puncak Kertajaya, pembeli tetap menanyakan tiga layanan ekstra ini. Keberadaan layanan-layanan tersebut bisa menjadi nilai tambah saat mereka mengambil keputusan.

Related posts

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
Halo,
Ada yang bisa dibantu ?
Kami akan segera membalas Anda
Powered by