Scroll to top
©2019 Kertajaya Point - Life. Work. Socialize.
Share

Keuntungan dan Kekurangan Berbagi Apartemen


Kertajaya Point Webmaster - January 22, 2020 - 0 comments

 

Tarif hunian yang semakin mahal di kawasan metropolitan seperti Surabaya Timur, telah mendorong banyak orang melirik opsi berbagi apartemen. Opsi alternatif ini terutama disukai oleh mahasiswa dan karyawan muda yang ingin menikmati eksklusivitas dan fasilitas apartemen tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam.

Berbagi apartemen bukan hanya dapat memangkas biaya sewa saja, melainkan juga mengurangi tagihan utilitas dan biaya makan sehari-hari. Tak heran jika makin banyak mahasiswa dan karyawan muda memilih untuk berbagi apartemen daripada tinggal di rumah kos. Meski demikian, berbagi apartemen bukan hanya memiliki keuntungan. Ada beberapa kekurangan yang patut dipertimbangkan.

Keuntungan Berbagi Apartemen

Keuntungan berbagi apartemen yang nomor satu jelas sekali dari segi finansial. Ambil contoh Anda ingin menyewa hunian di apartemen Puncak Kertajaya, salah satu kompleks apartemen Surabaya Timur paling populer. Apabila menyewa sebuah apartemen bertipe studio seorang diri, maka Anda harus menyiapkan dana minimum Rp2 juta per bulan. Apabila mengajak seorang kawan berbagi apartemen, maka Anda hanya perlu menyiapkan setengahnya saja.

Hitung-hitungan tarif sewa apartemen bertipe 2BR di gedung yang sama jatuh antara Rp3 juta hingga Rp5 juta. Ruang yang tersedia cukup luas untuk berbagi dengan 3-4 rekan, sehingga hasil akhir juga akan sama murahnya.

Itu baru menghitung aspek biaya sewa apartemen saja. Biaya maintenance apartemen dan tagihan utilitas juga akan dibagi rata antar penghuni, sehingga total penghematannya makin besar. Padahal, semua penghuni apartemen akan bebas menggunakan beraneka fasilitas komunal seperti kolam renang, gym, dan parkir aman 24 jam; tak peduli apakah mereka berbagi apartemen atau menghuninya sendirian.

Selain itu, keuntungan immaterial dari berbagi apartemen adalah semangat untuk saling membantu dan memberi semangat. Anda akan terhindar dari rasa kesepian. Selalu ada teman yang akan mendengarkan curhat Anda saat sedih maupun senang. Selalu ada teman yang bisa dimintai pendapat ketika Anda kebingungan bagaimana caranya menyelesaikan tugas. Apabila Anda jatuh sakit pun, teman se-apartemen bakal mengantarkan Anda ke rumah sakit dan membantu melakukan hal-hal yang sulit dikerjakan sendiri.

Kekurangan Berbagi Apartemen

Kekurangan berbagi apartemen yang paling mencolok dapat dilihat dari segi privasi, ruang, dan kebersihan. Ketika Anda menghuni satu unit apartemen sendirian, maka ketiga aspek ini resmi menjadi tanggung jawab dan hak seorang diri. Anda bebas mengundang tamu, begadang, atau malas memberishkan ruangan. Akan tetapi, berbagi apartemen sama saja dengan membagi privasi, ruang dan kebersihan dengan orang lain yang belum tentu memiliki karakter seirama. Anda tidak bisa bertindak sesuka hati.

Anda perlu meminta izin roommate saat ingin mengajak keluarga jauh bertamu atau menginap di apartemen. Penggunaan ruang komunal seperti dapur dan kamar mandi bisa menjadi sumber masalah, apabila setiap orang memaksakan pendapat masing-masing. Masalah kebersihan berpotensi menjadi “medan perang” ketika ada salah satu penghuni apartemen yang jorok dan enggan melaksanakan tugas bersih-bersih.

Masalah uang bisa jadi pemantik pertikaian antar roommate paling fatal, khususnya jika salah seorang menghilang tanpa melunasi jatah biaya sewa yang menjadi tanggungannya. Berdasarkan perjanjian, Anda bisa jadi dituntut untuk melunasinya oleh pihak pengelola apartemen. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan bahwa Anda memahami karakter dan kebiasaan calon roommate yang diajak berbagi apartemen.

Memastikan Kecocokan Hidup Berbagi Apartemen

Sekedar mencermati karakter para calon roommate saja tidak cukup untuk menjamin kehidupan berbagi apartemen yang damai. Anda perlu memastikan dapat berkomunikasi secara harmonis dengan semua calon roommate. Jangan sampai terjadi salah paham yang mengakibatkan kehidupan berbagi apartemen kelak penuh konflik sebelum masa sewa berakhir.

Saat pertama kali berbagi apartemen, ada baiknya mengontrak sewa jangka pendek terlebih dahulu. Anggaplah itu sebagai masa trial bersama rekan-rekan roommate. Apabila masa trial berakhir dengan lancar tanpa masalah besar, barulah menandatangani kontrak sewa untuk kurun waktu lebih lama.

Perhatikan, aspek keharmonisan hidup berbagi apartemen perlu diutamakan daripada sekedar penghematan uang sewa tempat tinggal. Uang dapat dicari lagi di kemudian hari. Namun, kehidupan yang tidak tenang selama berbulan-bulan dapat berdampak negatif bagi kondisi kesehatan dan kinerja Anda sendiri.

Related posts

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WeCreativez WhatsApp Support
Kami akan segera menyapa Anda. Silakan Perkenalkan diri Anda (Nama dan Email)