Scroll to top
©2019 Kertajaya Point - Life. Work. Socialize.
Share

Memahami Desain Apartemen yang Diinginkan Generasi Millenial

Setiap generasi memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Demikian pula dengan generasi Y, atau yang familiar pula dengan julukan “Millenial”. Tak seperti orang tua dan kakek-nenek mereka, generasi Millenial lebih memilih untuk menyewa hunian daripada mengambil KPR dengan jangka waktu 15-30 tahun.

Menurut analisis USA TODAY berdasarkan data dari Biro Sensus Amerika Serikat, kelompok usia 25-34 tahun menunjukkan penurunan kepemilikan hunian terbesar dibandingkan dengan kelompok usia lain. Dalam kelompok responden survei yang kepala keluarganya berusia 25-34 tahun, penyewaan hunian meningkat sebanyak lebih dari satu juta dalam kurun waktu 2006-2011, sedangkan jumlah kepemilikan hunian berkurang hampir 1.4 juta.

Bagi banyak orang Amerika, khususnya generasi Millenial, ada banyak alasan mengapa penyewaan hunian terus meningkat dan diperkirakan tidak akan menurun dalam waktu dekat. Anak muda masa kini kurang tertarik untuk membeli tempat tinggal, karena mereka tidak ingin terikat pada komitmen jangka panjang. Mereka juga tak ingin menambah utang, karena kebanyakan diantara mereka sudah menanggung utang sejak masa kuliah.

Lebih menarik lagi, salah satu alasan utama yang mendorong generasi Millenial untuk menyewa hunian justru tak berkaitan dengan masalah keuangan, melainkan gaya hidup. Karena alasan tersebut, penting sekali untuk memahami apa yang menarik perhatian generasi Millenial, kemudian merancang dan membangun properti yang sesuai dengan minat mereka.

Dinamika serupa nampak pula di Indonesia, khususnya kawasan metropolitan seperti Jakarta dan Surabaya, sehingga menuntut para pengembang untuk terus berinovasi. Banyak pengembang apartemen mulai memfokuskan rancangannya bagi generasi Millenial, seperti dapat disaksikan di apartemen dekat ITS dan kawasan sekitar perguruan tinggi lainnya, juga apartemen Puncak Kertajaya dan kompleks hunian serupa yang dirintis baru-baru ini.

Untuk memenuhi kebutuhan generasi Millenial, kita perlu menawarkan fasilitas apartemen dan sentuhan akhir yang impresif. Penting sekali untuk menyajikan lobi yang meriah dan memikat, karena itu akan menjadi kesan pertama bagi penyewa apartemen dan tamu-tamunya saat masuk ke dalam gedung. Lobi harus terbuka dan dirancang menyerupai lounge, membangkitkan nuansa sebuah ruang hangout yang luas. Ruang publik juga diperlukan, seperti lounge internet di dalam gedung dan ruangan yang dapat disewakan untuk pesta.

Saat merancang apartemen untuk generasi Millenial, perlu diingat bahwa mereka memahami pentingnya kualitas bahan bangunan. Mereka juga lebih menyukai permukaan granit atau quartz, dan sentuhan akhir yang mudah dirawat. Bangunan pun harus dikembangkan sedemikian rupa agar ramah hewan peliharaan. Rancangan bangunan yang berkonsentrasi pada hewan peliharaan seperti fasilitas perawatan anjing dan area rumput sintetis, telah menjadi norma masa kini.

Banyak generasi Millenial yang bertempat tinggal di kawasan perkotaan tak ingin menghabiskan biaya mahal untuk memiliki mobil sendiri. Karenanya, pengembang harus memastikan kemudahan akses transportasi publik dan mempertimbangkan untuk menyediakan program berbagi mobil (car-sharing program) di dekat lokasi apartemen. Penting juga untuk menyediakan banyak fasilitas penyimpanan sepeda yang nyaman dan mudah diakses bagi penyewa apartemen.

Generasi Millenial tak hanya lebih suka menyewa apartemen daripada membeli hunian. Mereka juga cenderung menyewa tempat tinggal dalam kurun waktu lebih lama daripada generasi-generasi pendahulunya. Dengan begitu banyak pilihan yang tersedia, mereka menjadi lebih teliti dalam memilih fasilitas dan ruang tinggal yang tepat.

Related posts

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
Halo,
Ada yang bisa dibantu ?
Kami akan segera membalas Anda
Powered by