Scroll to top
©2019 Kertajaya Point - Life. Work. Socialize.
Share

Mengapa Apartemen Minimalis dengan Konsep Ruang Terbuka Disukai Millenial?

Ikuti acara televisi apa saja mengenai rancangan tata ruang rumah dan apartemen, maka Anda akan sering mendengar istilah “open concept”, “open space”, “open floor plan”, atau konsep ruang terbuka. Menyingkirkan dinding dan menyatukan area dapur dengan ruang makan dan ruang keluarga, nampaknya menjadi makin trendy belakangan ini. Bagi sebagian orang, hunian besar yang bersekat-sekat masih disukai. Namun, generasi Millenial justru memilih apartemen minimalis dengan konsep ruang terbuka. Mengapa demikian?

  • Perubahan Zaman

Beberapa dekade lalu, hunian dibangun dengan anggapan bahwa setiap ruangan memiliki fungsinya sendiri. Anda memasak di dapur, maka disediakan ruangan khusus. Ruang makan bersifat lebih formal. Sedangkan ruang tamu merupakan tempat untuk bercengkerama dengan keluarga atau menjamu sahabat yang beranjangsana.

Sepanjang era 1950-an dan 1960-an, pengembang di Amerika Serikat memandang konsep ruang terbuka sebagai suatu cara untuk merancang sebuah rumah secara lebih efisien dan ekonomis. Kini, meski arsitek dan perancang interior masih mempertimbangkan faktor ekonomi, tetapi mereka juga dipengaruhi oleh pertimbangan budaya dan kenyamanan pengguna (misalnya untuk multitasking).

Saat ini, fungsi gender telah melebur. Baik ayah maupun ibu sama-sama berbagi tugas memasak dan mendidik anak. Era digital yang sangat padat media juga menghapus tabu menonton televisi sambil makan malam. Bahkan, aktivitas itu sudah lazim dilakukan.

  • Multifungsi

Generasi Millenial tak hanya menyukai konsep ruang terbuka karena perubahan budaya saja. Masih banyak keunggulan lain. Pertama, konsep ini dapat merubah ruangan yang sempit menjadi nampak lebih luas dan cerah. Bahkan sebuah apartemen mungil dengan dapur kecil bisa disulap menjadi ruang terbuka yang terang benderang setelah dindingnya diganti dengan meja.

Kedua, berbincang-bincang dengan tamu menjadi lebih nyaman dengan menyatunya dapur dan ruang tamu. Anda bisa bercanda dengan teman-teman sambil memasak, sementara meja dapat digunakan sebagai tempat menyajikan makanan dan minuman. Ruang terbuka seperti ini juga dapat dimanfaatkan untuk multitasking, misalnya memasak atau menghibur tamu sambil mengawasi si kecil. 

Tentu saja, tak semua orang cocok dengan konsep ruang terbuka. Ketika dinding disingkirkan, maka privasi pun berkurang. Dapur yang kacau dan mainan yang berserakan akan nampak lebih mengganggu pemandangan. Anda akan sulit berbicara mengenai pekerjaan atau menggosipkan tetangga di telepon, ketika anak-anak menonton televisi. Tiadanya dinding juga membuat Anda kehilangan tempat untuk memajang foto dan lukisan, atau memasang stop kontak dan gantungan.

Mempertahankan kerapian dan memiliki tempat penyimpanan memadai merupakan dua faktor penting yang perlu dipertimbangkan bagi apartemen minimalis dengan konsep ruang terbuka. Apabila Anda termasuk orang yang dapat mengaturnya dengan baik, maka konsep ini boleh jadi selaras dengan gaya hidup Anda.

Related posts

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
Halo,
Ada yang bisa dibantu ?
Kami akan segera membalas Anda
Powered by