Scroll to top
©2019 Kertajaya Point - Life. Work. Socialize.
Share

Prinsip Ekonomi Berbagi (Sharing Economy) Dalam Konsep Apartemen Millenial

Ekonomi Berbagi (Sharing Economy) dapat didefinisikan sebagai model ekonomi yang berbasis pada aktivitas berbagi fasilitas dalam suatu komunitas. Model yang dirintis oleh generasi Millenial ini bukan hanya melahirkan platform P2P Lending dan crowdsourcing, melainkan juga konsep apartemen baru yang unik dan khas. Khususnya nampak pada keberadaan fasilitas Ruang Bersama dan perkembangan co-living spaces.

  • Co-living Spaces

Generasi Millenial ingin mendapatkan apa yang mereka inginkan, tepat saat mereka menginginkannya. Namun, mereka belum tentu berharap untuk memiliki hal itu untuk selamanya. Akibatnya, mereka jauh lebih suka menyewa dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka juga tidak keberatan berbagi tempat tinggal dengan kawan-kawan, sehingga memunculkan konsep co-living spaces.

Co-living spaces memiliki ruang privat terbatas, tetapi penghuninya dapat memanfaatkan fasilitas bersama seperti jaringan internet (Wi-Fi) dan layanan housekeeping yang amat diminati generasi Millenial. Bagi generasi sebelumnya, konsep hunian seperti ini barangkali membuat mereka berpikir dua kali. Namun, ingat, ini adalah generasi yang meluncurkan konsep ekonomi berbagi (sharing economy).

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa preferensi Millenial untuk menyewa daripada membeli bisa jadi juga karena terpaksa. Sebuah studi yang dilakukan oleh National Association of Realtors baru-baru ini, menemukan bahwa faktor utama yang mendorong generasi Millenial menunda keputusan untuk membeli hunian adalah tingginya beban utang mereka.

Pada tahun 2017, survei mereka menemukan hanya 20 persen responden Millenial yang memiliki hunian, dan biasanya mereka punya beban kredit pendidikan sebesar $41.200. Lebih lanjut, survei ini menemukan bahwa dari 80 persen responden Millenial yang mengaku tak memiliki hunian sendiri, sebanyak 83 persen diantaranya meyakini bahwa kredit pendidikan mereka telah memengaruhi kemampuan mereka untuk membeli hunian.

  • Ruang Bersama

Generasi Millenial yang lebih muda boleh jadi menginginkan co-living spaces. Namun, generasi Millenial yang lebih tua, terutama yang sudah memiliki pasangan dan anak-anak, tentu membutuhkan lebih banyak privasi. Meski demikian, itu tak lantas berarti mereka melepas kecenderungan hidup komunal. Bahkan, banyak generasi Millenial yang tertarik pada hunian dengan ruang publik yang lebih luas. Hal ini juga telah mengubah cara mengembangkan dan mengalokasikan ruang di gedung-gedung apartemen baru.

Sebagai contoh, di beberapa bangunan yang ditujukan untuk Millenial, ruang bagi individual relatif sempit. Ruang makan/ruang tamu hanya berukuran 16.5 M2, sehingga akan sulit untuk menampung sebuah sofa dan meja dapur dengan empat kursi. Namun, meski ruang makan/ruang tamu terbatas, gedung memiliki banyak ruang makan dan ruang santai bersama, termasuk dua area outdoor untuk acara bakar-bakaran, sebuah lounge yang dilengkapi dengan dapur, ruang olah raga dengan tempat bermain dan yoga, bahkan sebuah ruang konferensi.

Bangunan gedung apartemen baru lainnya juga aktif menarik perhatian generasi Millenial dengan beragam ruang bersama, misalnya ruang co-working khusus yang dilengkapi WiFi. Ruang bersama seperti ini sudah mulai diintegrasikan di gedung apartemen Surabaya Timur dan apartemen dekat ITS yang berkeinginan untuk merangkul Millenial.

Related posts

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
Halo,
Ada yang bisa dibantu ?
Kami akan segera membalas Anda
Powered by