Scroll to top
©2019 Kertajaya Point - Life. Work. Socialize.
Share

Ruang Terbuka Publik yang Cocok Untuk Semua Kalangan

Ruang terbuka publik merupakan tempat yang dapat dimanfaatkan oleh beberapa apartemen dalam satu lingkungan yang sama, bisa jadi satu lantai atau satu gedung. Fungsi ruang terbuka untuk bersantai bagi semua penghuni apartemen, sehingga harus dirancang sedemikian rupa agar mudah diakses, nyaman digunakan, dan atraktif.

Merancang ruang terbuka publik harus disertai dengan kehati-hatian yang sama dengan saat menata ruang apartemen atau bagian gedung lainnya. Meskipun pembelian hitam di atas putih hanya mencakup ruang apartemen saja, tetapi fasilitas ekstra yang menarik bisa menjadi nilai tambah. Contohnya beberapa rancangan ruang terbuka publik berikut ini:

  1. Pencahayaan memadai untuk siang dan malam. Pencahayaan yang baik akan membuat penghuni merasa nyaman, sekaligus menjamin keamanan setelah senja.
  2. Penyediaan fasilitas yang cocok bagi demografi penghuni apartemen. Umpamanya jika mayoritas penghuni adalah generasi millenial, maka lengkapilah dengan jaringan WiFi dan stop kontak memadai agar mereka bisa membawa serta gadget dan laptop saat hangout. Atau bila mayoritas penghuni adalah keluarga muda, maka permainan anak-anak akan lebih disukai.
  3. Rancangan ruang terbuka publik yang selaras dengan lokasi gedung apartemen. Sebuah apartemen yang berlokasi dekat taman boleh jadi tak membutuhkan ruang publik terbuka yang terlalu luas, sedangkan sebuah apartemen di tengah kota kemungkinan membutuhkan lebih banyak pepohonan sebagai peneduh. Dalam situasi lahan premium di perkotaan, ruang terbuka publik bisa jadi berdampingan dengan tempat parkir.
  4. Ukuran ruang terbuka publik sesuai dengan jumlah penghuni apartemen. Jangan sampai penghuni merasa enggan menggunakannya karena seringkali terlalu penuh dan bikin gerah.
  5. Posisi ruang terbuka publik mudah diakses oleh semua penghuni. Lokasinya tidak harus berada di ground level, asalkan fasilitas lengkap dan semua penghuni dapat mengaksesnya.
  6. Pembuatan ruang terbuka publik membedakan dengan jelas antara area yang ditujukan untuk pelayanan (resepsionis, pengumpulan sampah, area parkir, dll) dan ruang komunitas khusus. Posisi dapat dirancang berdampingan, tetapi harus ada pembedaan area yang jelas.
  7. Rancangan lansekap memuat elemen lunak (pepohonan, semak, rumput, dll) dan elemen keras (paving, furniture, patung, dll) untuk memeriahkan ruang terbuka publik.

Seandainya Anda sedang memilih apartemen, kemudian dihadapkan pada dua pilihan. Kedua apartemen berdiri berdampingan, berukuran sama, dan berusia nyaris setara. Apartemen yang satu memiliki ruang terbuka publik menarik seperti ini, sedangkan apartemen satunya tak punya sama sekali. Mana yang akan dipilih?

Generasi X atau lebih tua boleh jadi punya pertimbangan berbeda. Namun, berdasarkan minat generasi Millenial saat ini, apartemen dengan ruang terbuka publik yang multifungsi akan lebih disukai. Mengapa? Karena ruang terbuka untuk bersantai sekaligus lokasi berinteraksi dan bersosialisasi dengan banyak orang. Apabila dilengkapi dengan koneksi internet, bahkan dapat pula digunakan sebagai tempat kerja.

Related posts

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
Halo,
Ada yang bisa dibantu ?
Kami akan segera membalas Anda
Powered by